Profil PGEO (Pertamina Geothermal Energy)
Nama Perusahaan: PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO)
Industri: Energi dan Geotermal
Didirikan: 2006
Kantor Pusat: Jakarta, Indonesia
Pemilik: PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Power & New Renewable Energy
Visi dan Misi
Visi:
Menjadi pemimpin dunia dalam pengelolaan energi panas bumi yang berkelanjutan untuk mendukung transisi energi.
Misi:
- Memaksimalkan potensi sumber daya panas bumi di Indonesia.
- Memberikan kontribusi dalam pengurangan emisi karbon global.
- Menyediakan energi bersih yang andal untuk masyarakat.
Lini Bisnis
PGEO berfokus pada eksplorasi, pengembangan, dan pengoperasian energi panas bumi untuk pembangkitan listrik. Perusahaan ini memainkan peran strategis dalam mendukung diversifikasi energi di Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah.
Portofolio
PGEO mengelola beberapa wilayah kerja panas bumi di Indonesia, di antaranya:
- Area Jawa Barat: Kamojang, Lahendong, dan Darajat.
- Area Sumatra: Ulubelu dan Lumut Balai.
- Area Sulawesi: Lahendong dan Tompaso.
Kapabilitas ini membuat PGEO menjadi salah satu pemain utama dalam sektor panas bumi di kawasan Asia Tenggara.
Kontribusi terhadap Energi Bersih
- Produksi Listrik Bersih: PGEO menghasilkan energi listrik yang berasal dari sumber daya panas bumi, yang merupakan salah satu energi terbarukan dan rendah emisi.
- Target Transisi Energi: PGEO mendukung target Pemerintah Indonesia untuk mencapai net-zero emission pada tahun 2060.
- Pengurangan Emisi Karbon: Pemanfaatan panas bumi oleh PGEO berkontribusi signifikan dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
Pencapaian
- IPO pada 2023: PGEO berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menunjukkan komitmennya untuk transparansi dan ekspansi bisnis.
- Penghargaan: Pengakuan internasional atas inovasi teknologi dan keberlanjutan operasional dalam energi panas bumi.
Komitmen Keberlanjutan
PGEO memiliki komitmen untuk mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, Governance atau ESG) dalam setiap aktivitas operasionalnya.
Berikut adalah berita terbaru terkait PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO):
- Pengembangan Kapasitas dan Investasi
PGEO menargetkan peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi menjadi 1.5 GW pada tahun 2030, dengan rencana investasi hingga USD 50 juta. Penggunaan teknologi seperti Electrical Submersible Pumps telah mempercepat pengembangan proyek dari 10 tahun menjadi hanya 5 tahun. Hal ini diharapkan mendukung target pemerintah dalam mencapai emisi nol bersih pada 2060Home | PertaminaAjaib –. - Kolaborasi Strategis
PGEO menjalin kerja sama dengan Universitas Pertamina dan The University of Auckland dalam program Geo-Elevate untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja dalam teknologi panas bumi. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan cadangan panas bumi hingga 3 GW dan menjadikan Indonesia sebagai pusat keunggulan energi panas bumi globalWarta Ekonomi. - Pengakuan dan Penghargaan
PGEO meraih peringkat Gold di Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2024 sebagai pengakuan atas laporan keberlanjutan yang sesuai standar global dan implementasi bisnis yang ramah lingkungan. Sebelumnya, PGEO juga menerima penghargaan Bronze Class di Global Corporate Sustainability AwardWarta Ekonomi. - Kinerja Keuangan Positif
Pada periode sembilan bulan pertama 2023, PGEO mencatatkan pendapatan USD 308,92 juta, naik 7,5% dari tahun sebelumnya. Selain itu, laba bersih meningkat 19,8% menjadi USD 133,5 juta, sebagian didukung oleh penjualan kredit karbon senilai USD 732 ribuAjaib –.
Disclaimer:
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi.
Tinggalkan Balasan